Rumuskan Agustusan Tahun 2020 Di Sendangagung

SENDANGAGUNG-Pemdes Sendangagung bersama Tokoh Masyarakat, BPD, LPM, PKK, Karang taruna, RW dan RT pada Rabu (12/08/2020) di ruang pertemuan Desa Sendangagung laksanakan musyawarah terkait kegiatan agustus tahun 2020. Dari hasil musyawarah, telah disepakati bahwa tahun ini tidak ada karnafal dan perlombaan. Hanya satu kegiatan yakni Renungan Suci dan Doa bersama di balaidesa Sendangagung dengan peserta terbatas dan dengan acara yang sederhana.

Acara dimulai dengan Pembukaan yang dipimpin oleh Ah. Suaidi Muharrom, Sekretaris Desa Sendangagung. Dilanjutkan musyawarah yang dipimpin oleh Panut Supodo, Kepala Desa Sendangagung. Dalam rapat yang dipimpin oleh Kepala Desa. Panut Supodo juga menyampaikan kegiatan Festival Sego Muduk, yang diagendakan sebagai kegiatan tahunan. Kali ini dengan adanya pandemi covid-19 ini, termasuk salah satu kegiatan yang dianggarkan dari DD (Dana Desa) ikut gagal tidak terlaksana. Hal ini karena, anggaran dialihkan ke BLT-DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) Tahun Anggaran 2020.

“Festival Sego Muduk, yang mestinya tahun ini lebih kita meriahkan. Ternyata karena ada pandemi, ya terpaksa tidak bisa kita laksanakan Bapak/Ibu. Padahal mestinya anggaran tahun ini juga kami tambah.” ungkap Panut Supodo memulai musyawarah malam itu.

Dalam musyawarah ini, pembahasan yang pertama tentang Karnafal Agustusan. Sebagaimana kegiatan tahunan di seluruh Indonesia pada bulan Agustus merupakan even yang amat meriah. Di Desa Sendangagung biasanya ada karnafal tingkat tingkat lembaga (peserta dari yayasan, ponpes, madrasah/sekolah) dan karnafal tingkat desa (peserta kelompok dari setiap RT) karena ditengah pandemi ini, disepakati oleh forum bahwa karnafal baik madrasah maupun desa sementara ditiadakan.

Pembahasan kedua, Lomba Agustus. Dalam rapat forum menyapakai bahawa semua jenis perlombaan untuk tahun ini ditiadakan. Baik yang diadakan Karang taruna, pkk, RT atau dusun.

Yang ketiga, pembahasan Renungan Suci. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di Desa Sendangagung setiap tanggal 16 Agustus atau malam 17 Agustus. Pemdes Sendangagung bersama Pemdes Dagan mempunyai kegiatan rutin Doa bersama di makam salah satu pejuang kemerdekaan. Makam K.H. Ahmad Muhtadi yang berada di Desa Dagan, Kecamatan Solokuro.

“Saya kemarin mendapat mandat dari Bapak Kepala Desa untuk menghubungi Mbah Zuber, beliau menyampaikan bahwa untuk tahun ini Renungan Suci libur” kata Sujono, Kepala Dusun Mejero.

Peserta Musyawarah Agustusan.

“Setelah saya mencari pendapat dari beberapa sumber, ada juga yeng menyampaikan bahwa tahun ini renungan suci dilaksanakan di tiap-tiap mushola atau masjid di Desa Sendangagung.” sambung Panut Supodo.

Dalam pembahasan Renungan Suci ini, akhirnya disepakati bahwa Renungan Suci tetap diadakan. Namun dengan format acara sederhana, tahlil dan doa bersama di balai desa Sendangagung. Dihadiri oleh Tokoh Agama, BPD, LPM, Perangkat Desa, Ketua RT dan Ketua RW Desa Sendangagung.

Mengakhiri pembahasan yang terakhir, bersih-bersih desa. Bulan Agustus bulan yang amat sangat menyatukan warga. Hal ini terbukti, setiap bulan Agustus warga berbondong-bondong guyub rukun untuk menata lingkungan dengan bersih-bersih, memasang hiasan dan lain-lain. Karena memeriahkan kemerdekaan, sekaligus menciptakan lingkungan yang nyaman dan bersih saat dilewati peserta karnafal. Bukan berarti kegiatan bersih-bersih juga ikut diliburkan seperti kegiatan perlombaan dan karnafal. Kali ini warga tetap diimbau agar memasang bendera merah putih seperti biasanya, begitupula pasang umbul-umbul terutama yang berada di pinggir jalan raya.

Dengan demikian, tahun ini kegiatan Agustus diantaranya pasang bendera merah putih dan umbul-umbul, menjaga kebersihan lingkungan, Renungan Suci Doa Bersama di balaidesa Sendangagung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dengan peserta yang terbatas. (Admin)