Dusun Semerek Desa Sendangagung

Mengingat Raden Noer Rahmat bin Abdul Qohar bin Malik bin Abu Yazid yang berasal dari Baghdad atau Irak merupakan tokoh penting dalam keberadaan pemukiman Dusun Semerek lahir pada tahun 1320 M dan wafat pada tahun 1585 M 9sesuai dengan yang terpahat pada dinding makam beliau), maka pemukiman Dusun Semerek bisa diperkirakan mulai ada sekitar tahun 1340-an.

Saat itu, Raden Noer Rahmat sedang menuju ke wilayah Sendangduwur (saat itu Desa Sendangagung dan Sendangduwur adalah satu wilayah yang disebut Desa Sendang, merupakan Desa Pemberian Majapahit untuk Adipati Lamongan). Beliau meliwati wilayah Dusun Semerek yang saat itu merupakan alas tempat penduduk Desa Sendang bagian utara mengembalakan ternak dan mbogor (mengambil buah siwalan dan minuman legen). Sunan Sendang berapapasan dengan Ki Bogor yang saat itu tengah mbogor. Terjadilah percakapan yang mengindikasikan bahwa wilayah Semerek adalah wilayah yang sulit air.

Sunan Sendang kemudian melempar kerikil dan berkata “Mongko, kulo antem niki toya” (maka yang saya lempar (batu ini) di sinilah ada air). “Ketemune wong podo teko” (Bertemunya orang-orang yang datang). “Saking senenge podo teng mengsem, do marek-marek” (Saking bahagianya, semuanya pada tersenyum dan mendekat).

Kemudian, dinamailah sumber itu sumur temongko.dan dusun itu pun diberi nama oleh Sunan Sendang Dusun Semerek.