Pendidikan Masyarakat Dusun Semerek

Oleh : Anik Mahfudhoh

 

Meskipun budaya di dusun ini adalah menikah muda, namun bukan berarti penduduk di sini menelantarkan putra-putri mereka akan pendidikannya. Meskipun setiap hari para orangtua membanting tulang di ladang hingga pulang menjelang maghrib, mereka senang dapat memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anaknya dengan harapan semoga nak-anak ini dapat memiliki kehidupan yang lebih baik dari mereka.

Di wilayah ini, terdapat satu Taman Pendidikan Al Qur’an, satu Taman Kanak-kanak, dan satu Madrasah Ibtidaiyah. Di bawah ini adalah timeline pendidikan di dusun ini.

 

Timeline Pendidikan di Dusun Semerek

No.

Tahun

Peristiwa

1.

-1937

Warga Dusun Semerek (laki-laki) pergi belajar mengaji ke langgar (mushola) Mbah Siti (Kiai As’adi) di sebelah utara pesarean Sunan Sendang.

2.

1980

Warga Dusun Semerek mulai mengaji di rumah Mbah Srip dan baca tulis oleh Pak Sakim dari Paciran.

3.

1985

Dibangun TK Al Muhtadi II di Dusun Semerek.

4.

1988

Pada tahun 1988 kemudian dibangun cabang MI Al Muhtadi

5.

1992

Pada tahun 1992 didirikan taman pendidikan Al Qur’an atau TPQ Mandiri Al Hidayah.

Sumber: Wawancara dengan beberapa penduduk Dusun Semerek

Berdasarkan hasil wawancara dengan tetua desa, warga, dan kepala dusun, warga Dusun Semerek (laki-laki) mulai belajar mengaji ke langgar (mushola) Mbah Siti (Kiai As’adi) di sebelah utara pesarean Sunan Sendang bahkan jauh-jauh hari sebelum tahun 1937. Dipercaya, bahwa pengajian ini telah berlangsung sejak datagnya Sunan Sendang ke wilayah ini.

Pada tahun 1980, warga Dusun Semerek mulai mengaji di rumah Mbah Srip yang merupakan santri dari langgar Mbah Siti. Mulai dari rumah ini, pria, wanita, tua, muda, mulai belajar mengaji bersama setelah maghrib. Tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, Mbah Srip kemudian juga mendatangkan guru baca tulis dari Paciran (Pak Sakim).

Pada tahun 1985, di sebelah selatan bagian barat desa, dibangunlah TK Al Muhtadi II di Dusun Semerek. Yayasan Pendidikan Al Muhtadi merupakan lembaga pendidikan yang berpusat di Dusun Mejero, Desa Sendangagung. Yayasan ini awal mulanya didirikan oleh Kiai Ahmad Muhtadi Musthofa (1908-1949 M). Berbeda dengan Kiai Ismi’iliyah Suto (pendakwah Islam mula-mula di Dusun Mejero, Desa Sendangagung) yang hanya mengajarkan ilmu keagamaan. Kiai Muhtadi juga memprakarsai adanya belajar baca tulis.

Mengingat lokasi Dusun Semerek yang begitu jauh dari Dusun Mejero, kemudian dibangunlah TK Al Muhtadi II pada tahun 1985 dengan mengirim guru-guru dari Yayasan Al Muhtadi, seperti Guru Afini, Ibu Syfaatin, dkk.

Mengetahui banyaknya lulusan TK Al Muhtadi II yang ingin melanjutkan belajar. Pada tahun 1988 kemudian dibangun cabang MI Al Muhtadi. Di sini hanyalah terdiri dari kelas 1-4 saja, setelah itu kemudian dilanjutkan di Yayasan Al Muhtadi yang ada Dusun Mejero.

Pada tahun 1992 didirikan taman pendidikan Al Qur’an atau TPQ Mandiri Al Hidayah. TPQ ini menyatakan mandiri dan berdikari dari TPQ yang berada di bawah naungan yayasan Al Muhtadi.

Biasanya, setelah menimba pendidikan MI di Yayasan Al Muhtadi, warga dusun Semerek melanjutkan jenjang MTs juga di Yayasan Al Muhtadi dengan berboncengan sepeda motor. Di pagi hari, mereka berkumpul di satu titik kemudian berangkat bersama-sama. Sekitar 10 tahun yang lalu, para pelajar ini masih berangkat dengan sepeda kayuh. Anak yang terlambat biasanya tertinggal rombongan dan berangkat berjalan kaki menuju Kampung Suto. Adapun beberapa warga yang berhaluan Islam Muhammadiyah biasanya melanjutkan ke sekolah SMP Muhammadiyah yang berada tidak jauh dari Dusun Semerek.

Sementara untuk jenjang sekolah akhir, beberapa anak lulusan sekolah menengah biasanya melanjutkan ke sekolah kejuruan atau sekolah menengah akhir di kecamatan. Sedikit sekali yang meneruskan sekolah di Yayasan Al Muhtadi atau Yayasan Al Ishlah. Adapun untuk perempuan, terkadang mereka berhenti sekolah dan menikah di usia SMA.

Warga Dusun Semerek cenderung menolak disamakan bilamana ia sekolah di SMK, SMA, atau MA. Adapun SMK adalah sekolah yang difavoritkan dewasa ini, alasannya adlaah, lulusan SMK lebih mudah mendapatkan pekerjaan setelah lulus.